BAB 1
PENDAHULUAN
A.Ilmu Sosial Budaya
Dasar Sebagai Komponen MBB
Ilmu social budaya dasar (ISBD) adalah
salah satu mata kuliah kelompok mata kuliah berkehidupan bermasarakat (MBB) di
prguruan tinggi.misi kelompok MBB di prguruan tinggi membantu menumbuh
kembagkan : daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa
terhadap nilai-nilai social yang :
1.
bersipat
demokratis ,berkeadaban, dan menjunjug tinggi nilai kemanusian, bermartabat
serta
peduli trhadap pelestarian sumber daya alam dan ligkungan hidup
2.
memiliki
kemampuan untuk menguasai dasar-dasar
ilmu pengetahauan, teknelogi dan seni, serta
3.
ikut
beperan mencari solusi pemecahan masalah social budaya dan ligkungan hidup
secara arif
B.Masalah-Masalah social
budaya masarakat
Masalah-masalah social
dapat didefendisikan sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh trhadap
kehidupan sebagian besar masarakat sebagai suatu yang tidak diinginkan atau
tidak di sukai dank arenanya dirasakan
perlunya untuk diatasi atau diperbaiki. Dalam usaha manusia untuk memenuhi
kebutuhan trsebut manusia menggunakan kebudayaan sebagai model-model petunjuk
atau sebagai resep-resepnya di dalam mengusahakan ligkungan alam dan sosialnya
yang diwujudkan dalam kehidupan social di masarakart
c. Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar
menurut prof. Dr.
Harsja Bachitar (dalam Abbulkadir, Muhamad, 2005:1) yang mengelompokan ilmu dan
pengetahuan menjadi 3 (tiga ), yaitu :
1. ilmu-ilmu Alimiah ( natural Sciences
)
2. ilmu-ilmu social ( social sciences )
3. pengetahuan budaya ( the humanisties
)
ilmu social budaya dasar adalah
bertujan untuk mengembangkan keperbadian manusia sebagai mahluk budaya yang
berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan
baik, memahami konsep-konsep dasar tentang manusia sebagai mahluk social. Manusia
sebagai mahluk social (zoon politicon)
artinya, manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkembang
sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainya.
BAB II
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
A. Pengertian Sosial Budaya
Istilah social budaya
merupakan bentuk gabungan dari istilah social dan budaya. Social dalam arti
masarakat, budaya atau kebudayaan dalam harti sebagai semua hasil karya, rasa dan
cipta masarakat. Social budaya dalam arti luas mencagkup segala aspek
kehidupan.maka pengertian sistim social buday Indonesia dapat dirumuska sebagai
totalitas tata nilai, tata social, dan tata laku manusia Indonesia yang
merupakan manifestasi dari karya,rasa dan ciptan didalam kehidupan
bermasarakat, berbagsa, dan bernegara bedasarkan pancasila dan undang-nundag
dasar 1945.
1. Segi kemasyarakatan
Manusia
demi kelansungan hidupnya harus mengadakan kerjasama dengan sama manusia.
Pengertian kemasaraatan pada hakikatnya merupakan pergaulan hidup manusia dalam
keidupan masarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasip
sepenanggugan dan solidaritas yang merupakan unsur permersatu kelompok social.
2. Segi Kebudayan
Kebudayan
merupakan totalitas cara hidup yang manifestasinya tampak dalam tigkah laku
terlembagakan.
B.Bentuk Sosial Budaya
Bentuk social budaya, artinya setiap kelompok social budaya
mempunyai batas-batas yang telah ditentukan bedasarkan tipe kelompok, yang
membedakannya dengan kelompok yang lain.dengan demikian ada 4 macam tipe
kelompok social budaya, yaitu:
1. Tipe kelompok social budaya
bedasarkan kesatuan geogerfis, seperti desa, kota, daerah aliran sungai, daerah
pantai, dan daerah pergunugan.
2. Tipe kelompok social budaya
bedasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah, seperti keluarga dan keluarga
besar.
3. tipe kelompok soial budaya bedasarkan
kepentingan yang sama, seperti kopersai, lembaga swadaya masarakat, dan
yayasan.
4. Tipe kelompok social budaya
bedasarkan kesakliah professional, seperti kelompok profesi dan kelompok
penguasa
C. Tujun social Budaya
Bedasarkan hakikat keilimuan, maka tujuan ilmu social budaya
dasar sebagaian dari kehidupan bermasarakat adalah:
a) Mengembagkan kesadaran mahasiswa
menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaran, dan kemartabatan
manusia sebagai indivudu dan mahluk social dalam kehidupan bermasarakat.
b) Menumbuhkan sikap kritis, peka, dan
arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manuia dengan
landasan nilai estetika, dan moral dalam kehidupan masarakat.
c) Memberikan landasan pengetahauan dan
wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup
bermasarakat, selaku individu dan mahluk hidup social yang beradab dalam
meperatekan pengetahuan akademik, dan kehaliannya serta mampu memberikan
problem solving social budaya secara bijaksana
D. Perkembangan Sosial Budaya Indonesia
Kebudayan itu telah mengalami proses perkembangan secara
bertahap dan berkesimbangan yang kita konsepkan sebagai evolasi kebudayan.ada
dua produk revolusioner hasil dari akal manusia dalam jaman prasajarah, yaitu:
1.
Penemuan
roda untuk transpotasi
Pada mulanya, roda hanya digunakan
untuk mengankat barang berat di atas batang pohan
2.
Bahasa
Bahasa adalah suara yang diterima
sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain
Mengenai
masa prasajarah ini, ada dua pendekatan untuk membagi zaman prasajarah,yaitu:
1. Pendekatan hasil teknelogi, terdiri
dari zaman batu tua, (palaeolitikum), zaman batu tengah/madya (mestelitikum),
dan zaman batu bara.
2. Pebdekatan bedasarkan model social
ekonomi atau mata pencarian yang trdiri atas:
a. Masa beburu dan mengumpulkan makanan,
meliputi masa beburu sederhana (tradisi
paleolit) dan masa berburu tingkat lanjut (tradisi epipaleolitik).
b. Masa bercocok tanam, meliputi tradisi
neolitik dan megalitik.
c. Masa kemahiran teknik atau
perundingan, meliputi tradisi semituang perungu dan tradisi smituang besi.
BAB III
PEMUDA DAN SOSIALISASI
A.
PENGERTIAN PEMUDA
Persoalan keuangan dan karir adalah
persoalan paling utama bagi generasi muda saat ini. Menurut pandangan mereka,
sebagian pemuda generasi mereka saat ini bercita-cita ingin kaya dan trkenal,
dan sukses dalam karier, berbanding trbalik dengan rendahnya partisipasi pemuda
di bidang politik dan kemasarakatan.
B. Pendidikan karakter
Pendidikan bisa dikatakn berkarakter
apabila melibatkan berbagai macam komposisi nilai (nilai agama, nilai moral,
nilai-nilai umum, dan nilai-nilai
kewarganegaran).secara detail pendidikan karakter memiliki nila-nilai sebagai
berikut:
Nilai keutaman. Manusia memiliki keutaman kalau ia
mengahyati dan melaksanakan tindakan-tindakan yang utama, yang membawa kebaikan
bagi diri sendiri dan orang lain.
Nilai keindahan. Pada masa lalu, nilai kehindahan ditafsirkan trutama pada kehindahan
fisik, berupa hasil karya seni, patung, bangunan, sastra, dll. Oleh karenanya pengembangan
nilai-nilai kehindahan bukan hanya merupakan sebuah proses berproduksi, dalam
harti mengasilkan sebuah objek seni saja, namaun juga pengembangan dimensi
interioritas manusia sebagai insane yang memiliki kesadaran riligius yang kuat.
Nilai Adil.jika
ingin berbuat adil, manusia harus bekerja. Penghargan atas nilai kerja inilah
yang menentukan kualitas diri seoarang individu. Menjadi manusia utama adalah
menjadi manusia yang berkerja. Untuk itu butuh kesabaran, ketekunan, dan jerih
payah.
Nilai cinta tanah air (patriotism).pendidikan karakter yang menamakan nilai-nilai
patriotism secara mendalam tetaplah relavan, mengigat ikatan batin seseorang
senantiasa terpaku pada tanah tumpah kelahirannya, dan ibu pertiwi yang membesarkannaya.
Nilai Demokrasi. Nilai demokarasi ini mewarisi pendidikan karakter ala Atanean. Di kota
Atena dimasa lalau sudah terbiasa pemandangan para serdadu berkeliaran dengan
menetang senjata .
Nilai Kesatuan. dalam konteks berbangasa dan bernegara di Indonesia, nilai persatuan ini
menjadi dasar pendirian bagsa ini.
Nilai moral. Nilai
moral ini oleh Socrates diacu sebagai sebuah panggilan untukmerawat jiwa. Jiwa
inilah yang menentukan apakah seorang itu sebagai individu merupakan pribadi
yang baik atau tidak.
Nilai-Nilai kemanusian. Mengahayati nilai-nilai kemanusian mengandaikan sikap
keterbukan terhadap kebudayaan lain, termasuk di sini kultur agama dan
keyakinan yang berbeda.
C.Menuju pendidikan berkarakter
Pendidiakan karaktr di lembaga
pendidikan (formal) lebih banyak berurusan dengan penanaman nilai. Pendidikan
karakter agar dapat disebut sebagai intrgal dan utuh mesti juga menemukan etode
yang akan dipakainya, sehingga tujuan pendidikan karakter itu akan semakin
terarah dan efetif.metode yang bisa digunakan untuk membantu mencapai idealisme
dan tujan pendidikan karakter adalah sebagai berikut:
Mengajarkan. Untuk
dapat mlakukan yang baik yang adil, yang bernilai, kita pertama-tama perlu
mengetahi dengan jernih apa itu kebaikan, keadilan, dan nilai.
Keteladanan.
Keteladan memang menjadi salah satu hal yang kalsik bagi berhasilnya sebuah
tujuan pendidikan karakter.
Menetukan prioritas. Lembaga pendidikan pada umumnya memiliki priolitas dan tujuan dasar atas
karakter yang diterapkan di lingkungan mereka.
Praktis priolitas. Unsure lain bagi pendidikan karakter adalah bukti dilaksanakannya
priolitas nilai pendidikan karakter tersebut.
Refleksi.
Refleksi merupakn kemampuan sadar khas manusiawI. Dengan kemampuan sadar ini,
manusia mampu mengatasi diri dan menigkatkan kualitas hidupnya dengan lebih
baik.
BAB IV
KEBUDAYAAN, PERADABAN DAN SISTEM
NILAI BUDAYA
A.
Kebudayaan
Kebudayaan
berasal dari kata ‘’budaya’’, yang berasal dari kata sankerta ‘’budhayah’’, sebagai
bentuk jamak dari buddhi, yang berhati budi atau akal. Kebudayaan adalah
hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Banjak defendisi tentang
kebudayaan. ( coba cari defendisi-defeindesi tersebut). Koentjaraningrat
meberikan pengertian kebudayaan senbagai ‘’keseluruhan dari hasil budi dan
karyanya itu’’.
a. Wujud kebudayaan
Ralp
linton membaginya menjadi wujud phisik dan non phisik. Sedagkan koentjaraningrat
membaginya ke dalam tiga wujud, yaitu wujud ideal: yaitu kokpelks ide-ide,
gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan dan sebagainya yang
berfungsi mengatur, mengedalikan dan memberi arah kepada kelakuan manusia,
serat perbuatan manusia dalam masarakat, maka sering disebut ‘’adat tata cara’’
b. Wujud system social : yaitu komplelks
kelakuan berpola dari manusia dalam masarakat.
c. Wujud kebudayan fisik, yaitu
benda-benda hsil karya manusia, misalnya pabrik, komputer, candi Borobudur dan
lain.
B.
Perwujudan kebudayaan
Dimana-mana
manusia itu pada dasarnya adalah sama, karena manusia dibekali oleh penciptanya
dengan akal, perasaan, dan dan kehendak di dalam jiwanya. Yang mebedakannya
adalah perwujudan menurut keadaan, waktu, dan tempat, atau perwujudan budaya
dengan menekankan pada akal, perasaan, dan kehendak sebagai kesatuan, atau
hanja menekankan pada akal, perasan, dan kehendak sebagai kesatuan, atau hanja
menekankan pada akal saja (ratio),
dangan mengabaikan perasan.
Menurut sutan takdir alisyahbana,
apabila perwujudan budaya itu penekanya pada akal (mind),maka
akan menimbulkan tingkat peradaban yang berbeda.
C.
Sistem nilai budaya
Nilai
adalah segala sesuatau tentang yang baik atau yang buruk. Nilai adalah segala
sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subjek. Nilai adakah perasan tentang
apa yang diinginkan ataupun yang tidak di inginkan, atau apa yang boleh dan
yang tidak boleh.
Ahli antropologi kluckhohn, membagi
system nilai budaya ke dalam lima masalah :
1. haKekat hidup manusia
2. hakekat karya manusia
3. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang
dan waktu
4. Hakekat hubungan manusia dan alam
5. Hakekat hubungan manusia dengan
sesamanya
BAB V
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.penganatar
Kasih sayang sudah kita
kenal sejak anak lahir dan bahkan sejak anak ada dalam kandungan.cinta kasih
orang tua terhadap anak itu adalah cinta yang disertai dengan kasih
sayang.cinta kaih itu diberikan secara tulus dan ikhlas seolaholah anak itu
merupakan bagain dari dirinya sendiri.seoramg sering berpendapat bahwa belas
kasih atau cinta itu di atas keadilan. Makasud dari pendapat tersebut adalah bahwa prilaku yang digerakan
oleh keadilan.
B.
Pokok Bahasan
1.
Arti, hubungan, ungkapan cinta kasih
a.
Arti cinta kasih
Cinta kasih merupakan paduan dua kata yang mengandung arti
psikologi yang dalam, yang sulit didefndisikan dengan ragkaian kata-kata.cinta kasih
bersumber pada unsure rasa, yang merupakan ungkapan perasan, didukung oleh
unsur karsa, yang dapat berupa tigkah laku dan di pertimbangkan dengan akal
yang menimbulkan tanggung jawab.
b.
Hubungan cinta kasih
Ada
beberapa macam hubungan cinta kasih sebagai berikut:
·
Cinta
kasih antara orang tua dan anak.
·
Cinta
kasih antara pria dan wanita.
·
Cinta
kasih antara sesama manusia.
·
Cinta
kasih antara manusia dan tuhan
·
Cinta
kasih manusia terhadap lingkungannya
c.
Ungkapan cinta kasih
sebagaiman
telah dikemukapkan sebelumnya bahwa
cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tigkah laku,
seperti, denagan kata-kata atau pernyatan, dengan tulisan, dengan gerad, atau
dengan media lainnya
2. Cinta kasih antara orang tua dan anak
Cinta kasih ini bermula dari sesorang
ibu terhadap anaknya. Seorang anak yang sedang menyusui anaknya adalah gambaran
tentang ketulusan dan cinta kasih. Tugas penting keluarga adalah mengasuh dan
membesarkan serta mendidik anak, maka sebenarnya ibu adalah tokoh utama dalam
unit social terkecil itu.
3. Cinta kasih antara pria dan wanita
Cinta kasih antara pria dan wanita
merupakan titik awal timbulnya keluarga sebagai unit masarakat terkecil dan
berkembang biak umat manusia di muka bumi ini.cinta kasih antara pria dan
wanita yan dewasa (akil baling) merupakan kodrat yang tidak dapat dimunykiri,
dan harus ada.
4. Cinta kasih antara sesama manusia
Cinta kasih anatara sesama manusia
dilandasi oleh ras belasan kasihan.cinta kasih yang dilandasi belas kasihan
merupakan dasar untuk menipatkan kebersamaan, perdamaian, dan saling
menhargai.kebersamaan yanag kita maksudkan adalah kebersaman secara kodrati,
manusia diciptaian tuhan dan dibekali dengan hak asasi yang sama.
5. Cinta kasih anatara manusia dan tuhan
Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia.
Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan, karena itu manusia takut kepada tuhan.
Jika manusia mengabaikan printah tuhannya, ia akan eperoleh murka.vinta kepada
tuhan menurut ajaran agama adalah takwa dan mengabdi kepada tuhan artinya
menuruti perintahNYA. Yang paling mulia disini tuhan adalah orang yang takwa
kepadaNYA.
6. Ada tiga macam cinta yaitu:
a.
Cinta
philia, yaitu cinta manusia kepada tuhan.
b.
Cinta
philia, yaitu cinta dalam keluarga.
c.
Cinta
eros/Amor ialah antara pria dan wanita.
BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN
A.Pengantar
Setiap manusia pastilah mendambakan
keadilan, Karen keadilan merupakan suatu yang sangat esensial di dalam
kehidupan insane beradap. Keadilan selalu mengandung unsure ‘’penghargan’’ dan
‘’penilaian’’, oleh karena itu keadilan selalu dilambangkan dengan ‘’neraca
keadilan’’. Prof. Subekiti SH mengemukapkan pendapat bahwa keadilan berasal
dari tuhan, tetapi manusia diberi kecakapan untuk meraba atau merasakan keadaan
yang dinamakan adil itu.
B.keadilan
Keadilan merupakan
dambaan setiap insane tetapi kenyataannya lebih banyak orang yang mengatakan,
bahwa dirinya telah berbuat adil tanpa melihat apakah adilnya itu telah dirasakan
orang lain.
1.
Pengertian keadilan
a. Aristoteles
Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tidakan
manusia. Kelayakan diartikan sebagai tirik tengah diantara kedua ujung ekstrem
(diantara dua kutup), yakni ujung yang terlalau banyak dan ujung yang trlalu
sedikit .
b. Plato
Plato memproyeksikan keadilan pada
diri manusia, sehingga orang dikatakan adil apa bila orang itu mampu
mengendalikan diri dan perasaanya dengan akalnya (dengan rasionya).
c. Socrates
Menurut Socrates, keadilan trcipta
bilamana setiap warga Negara telah merasakan, bahwa pemerintah telah
melaksanakan tugasnya dengan baik.
d. Kong hu chu
Kong hu chu ‘’keadilan itu terjadi
apa bila anak sebagai anak, bapak sebagai bapak, dan raja sebagai raja,
masing-masing melaksanakan kewajibannya.
e. Charles E. Merriam
Menurut meriam ‘’keadilan Terwujud
dengan sisteam dimana terhadap saling pengertian dan prosedur-prosedur yang
meberikan kepada setiap orang apa yang telah disetuji dan telah diangap patut.
f.
Prof.I. R. Poedjowojoto
Secara umum keadilan adalah’’ pengakuan dan perlakuan terhadap hak
yang sah’’.
g. Keadilan menurut ajaran agama
Agama mempunyai ajaran-ajaran tentang
keadilan. Pelangaran terhadap salah satu atau sebagian besar terhadap
larangan-larangan agama dan berakibat dosa, misalnya koropsi, menumpuk kekeyaan
yang sebenarnya hasil pengambilan tidak sah dari milik orang lain (trutaman
mereka yang lemah dan tidak tahu haknya.)
h. Keadilan dan hasil seni
Itulah sebabnya maka
peritiwa-persitiwa keadilan dapat menimbulkan dava kreativitas para seniman
untuk menciptakan karya seni, sehingga banyak kita jumpai hasil-hasil seni yang
mengekspresikan keadilan.
2.
bebagai macam keadilan
a.
keadilan
legal atau keadilan moral
plato berpendapat bahwa dan hukum
merupakan substansi rohani umum dan masarakat yang membuat dan menjaga
kesatuannya.dalam suatu masarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan
yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun).
b.
Keadilan
Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa
keadilan akan terlaksana bilaman hal-hal yang tidak sama diperlukan secara sama
dalam hal yang tidak sama secara tidak sama(Justice is done when equals are treated equally).
c.
Keadilan
komutatif
Keadilan bertujan memelihara
ketertiban masarakat dan kesejateran umum.pengertian keadilan itu merupakan asa
pertalian ketertiban dalam masarakat.
3.
Keadilan sebagai kebutuhan naluri
manusia
Johan loke mengemukapkan bahwa
manusia itu mempunyai hak-hak alamiah yang dimilikinya semejak lahir. Hak
alimiah ini:
1.
Hak
akan hidup.
2.
Hak
akan kebebasan atau kemerdekan.
3.
Hak
akan milik, hak akan milik sesuatu.
Hak- hak yang tibulo dengan adanya
hak-hak azasi itu antara lain:
1.
Personal
right
2.
Property
right
3.
Rights
of legal equality
4.
Political
right
5.
Social
and culture
6.
Procedure
right
4. Pengertian keadilan social
Sila kedua dari ke lima dari
pancasila merupakan seragkain kata yang mempunyai arti tersendiri. Keadilan mempunyai
satu arti yaitu social justice, yang sangat berhubungan denagn suatu isme,
ajaran atau pandangan kata keadilan social dan kemanusiaen yang adil dan
beradab mengandung makan gotog-royang.
Keadilan social dalam kehidupan bagsa
Indonesia dapat dijumpai pada ungkapan-ungkapan jawa sebagai berikut:
·
Teposaliro
·
Sopo
gawe nganggo, sopo nandur nguduh
·
Ngono
yo ngono, nanging mbok ajo ngono
·
Tego
larane, ora tega patine.
·
Wong
temen tumenen, wong salah saleh
BAB VII
MANUSIA DAN TANGUNG
JAWAB
A.
PENGANTAR
Hidup manusia di samping sebagai mahluk tuhan dan mahluk
individu, juga merupakan mahluk social, hidup dalam lingkungan masarakat.
Diantara interaksi social manusia di beri tangung jawab, ia di samping memiliki
hak juga memiliki kewajiban, dituntut adanya pengabdian dan pengerobanan.
Tangung jawab
adalah cirri manusia beradab. Manusia merasa adanya tangung jawab karena ia
menjadari akaibat baik atau buruk perbuatan itu, dan menjadari pula bahwa pihak
lain memerlukan pergabdian atau pengerobannya.
B.
Tangung jawab
1. Pengertian tangung jawab
Pengertian menurut ensikplopedi umum
adalah ‘’kawajiban dalam melakukan tugas tertentu’’. Menurut WJS.
Poerwodarminto, tangung jawab adalah yang menjadi kewajiban (keharusan) untuk
dilaksanakn di bahas dan sebagainya.
Sedangkan menurut Drs suyadi MP dalam
bukunya ilmu budaya dasar, menyatakan: tangung jawab adalah kesadaran manusia
akan tigkah laku atau perbuatanya yang sengaja maupun yang tidak sengaja ,
tangung jawab juga berharti berbuat sebagai perwujudan kesadran akan
kewajibannya.
Dari segi filsafat, suatu tangung
jawap itu sangat sedikit di dukung oleh tiga unsure, yaitu:
(1). Kesadaran = cosciouness
(2). Kecintaan = love, affection
(3). Keberanian = courage, bravery
2. Macam atau jenis tangung jawab
a.
Tangung
jawab terhadap diri sendiri
b.
Tangung
jawab terhadap manusia atau masarakat
c.
Tangung
jawab terhadap linkungan
d.
Tangung
jawab terhadap tuhan
3. Pengabdian
Pengabidan adalah perbuatan baik yang
berupa pikiran pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan mungkin
kepada pimpinan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dimana semuanya
itu dilakukan dengan penuh ikhlas.
a. Pengabdian kepada tuhan
Pada hakikatnya manusia hidup bekeluarga dan udah tentu dalam
hidupnya keluarga tersebut didasarkan pada cinta kasih sayang.
b. Pengebdian kepada masarakat
Manusia sebagai anggota masarakat tidak dapat hidup tanpa
bantuan orang lain, setiap orang saling membutuhkan, tolong menolong baik
secara sadar maupun tidak disadari.
c. Pengabdian kepada Negara
Negara merupakan lembaga masarakat yang tersebar, sedangkan
masrakat pada hakekatnya adalah bagian dari satu bagsa atau warga Negara suatu
Negara.
d.
Pengabdian kepada tuhan
Manusia sebagai mahluk tuhan tidak ada existensinya dengan
sendirinya, tetapi keberadaban di dunia ini adalah sebagai mahluk ciptan tuhan.
4. Pengorbanan
Pengerobanan
berasal dari dari kata korban yang artinya memberikan secara ikhlas dalam
ujud-ujud tertentu seperti : harta, benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mugkin
jawa demi cintanya atau ikatannya denagan sesuatu demi kesetiaan, kebenaran.
5. Kesadaran
Kesadaran
adalah keninsafan akan perbuatan nya. Sadar artinya merasa, tahu atau ingat
(kepada keadaan yang senenarnya), keadaan ingat akari dirinya, ingat kembali
(dari pigsan), siuman, bangun dari tidur), ingat, tahu dan mengerti, misalnya
rakayat telah sadar akan politik.
Jadi kesadaran
adalah hati yang telah terbuka atau pikiran dan perasan dimana telah terbuka
tentang apa yang telah dikerjakannya.
Kesadaran
moral dikatakan merupakan keterbukan hati atau pikiran akan menhargai hak-hak dan kewajiban orang
lain, untuk berbuat yang tidak melangar hak dan kewajiban orang lain.
BAB VIII
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengantar
Manusia selama
hidupnya pernah mengalami perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan,tiadak
enak, rasa sakit dan siksan ini disebabkan manusia mempunyai perasan atau
pikiran pad umumnya perasan itu tidak dikehendaki oleh manusia, toh manusia
dengan sengaja merasakan sesuatu yang tidak menyenagkan .
B. Penderitan
1. Pengertian penderitan
Penderitan
mempunyai kata dasar derita yang berasal dari kata dhra (bahasa sansekerta),
yang berarti menahan atau menangung. Penderitan adalah beban phisik atau jiwa
manusia yang dapat menekan diri manusia. Pendapat Franklien J. Meine menjatakan
bahwa penderitan (suffering) adalah keadaan yang berhubungan dengan rasa sakit,
tak menyenagkan hati, menderita rugi, dan suka menderita.
2. Sumber penderitaan
Manusia sebagai mahluk hidup mempunyai banyak dimensi yang
semua dimensi merupakan satu kesatuan utuh. Ini menurut pandangan
monopruralisme, yang memandang manusia mempunyai banyak aspek sebagi satu kesatuan yang monodualis.
Apa bila
dikelompokan secara sederhan bedasarkan timbulnya penderitan, maka penderitan
manusia itu dapat diperinci sebagi berikut:
a. Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia.
b. Penderitaan karena penjakit.
c. Penderitaan karena siksan atau azab tuhan.
3. Rasa sakit
Rasa sakit merupakan
bagian dan penderitaan manusia. Rasa sakit adalah rasa tidak enak bagi
penderitanya.rasa sakit dapat timbul karena adanya ganguan pada tubuh manusia
atau karena suatu penyakit.
a. Sakit phisik
Rasa sakit phisik adalah perasan tidak enak pada organ manusia.
Dimana organ tubuh manusia yang mengaklai sakit dapat dipriksa (siamati) secara
jelas melalui cara medis kedokteran.
b. Sakit syaraf dan jiwa
Sakit syaraf
dengan sakit jiwa dipandag masarakat sebagai penyakit yang sama. Sevara ilimah
sakit jiwa diistilahkan piskologis. Sakit sharaf merupakan katidak atau kurang
normalnya fungsi sel-sel syaraf dalam melakukan tugasnya.
1). Gangguan pengamatan
Gangauan
pengamatan merupakan kesalahan-kesalahan alam menggolongkan hasil-hasil pengamatan
manusia terhadap dunia sekitarnya.
Gangguan pengamatan
meliputi:
a.
Astenia
Asthenia adalah
gangguan pada syaraf peraba dalm menerima sitimulus melalauwi kulit, misalnya
tidak mampu merasakan panas, dingin, kehausan.
b.
Agnosia
Agnosia merupakan
gangguan pada syaraf indra, sehingga mata tidak dapat berfungsi untuk melihat.
c.
Iliusi
Iliusi merupakan
kesesatan persepsi dengan menerima bayangan atau kesan yang menyesatkan,
misalnya fatamorgana di pandamg pasir dikira sumber air.
d.
Hallusinasi
Hallusinasi
merupakan kesalahan pengamatan dengan mengkayalkan bayangan seolah-olah ada
sitimulus, misalnya orang merasa dikejar-kejar orang lain, oaring yang baru
membunuh orang lain merasa dikejar-kejar almarhumnya.
e.
De
Ja vu
De ja vu merupakan
pemalsuan ingatan sehingga keliru untuk mengingat sesuatu kesan yang ada dalam
jiwa.
f.
Jamiais
vu
Jamiais vu
merupakan ketidak mampuan syaraf dalam mengenal
objek, missal karena kurang konsentarsi atau perhatian terpencar-pencar
tidak mamou menyenali objek tertentu.
g.
Isomnia
Insomnia merupakan gangguan pada
syaraf mata dengan geja sulit tidur atau ntidak dapat tidur nyenyak
2). Gangguan
fungsi-fungsi jiwa
BAB
IX
MANUSIA
DAN KEGELISAHAN
A.
Pengantar
Kegelisahan
berasal dari kata “gelisah”, artinya rasa tidak tenteram hati, tidak tenang,
merasa cemas dan khawatir.
Kegelisahan
itu timbul karna perbuatan sendiri atau karna perbuatan, keadaan diluar diri
manusia, yang memberi pengaruh psikologis yang merugikan terhadap harta kekayaan,
jiwa atau badanya martabat dan harga diri.
B.
Kegelisahan
1.
Jenis-jenis
kegelisahan
Sigmund Frued
membedakan kegelisahan menjadi tiga bagian, yaitu : kecemasan obyektif,
kecemasan neurorik, kecemasan normal.
a.
Kecemasan
obyektif
Sering pula dinamakan
kecemasan kenyataan, yaitu kecemasan yang disebabkan adanya bahaya dari luar,
misalnya anaknya sakit dalam keadaan koma, kemungkinan anaknya diculik dan
lain-lain.
b.
Kecemasan
Neurotik
Kecemasan ini timbul
karana pengamatan tentang bahaya dari naluriah (syaraf).
Kecemasan sysraf ini
disebabkan karna:
1.
Cemas karna
penyesuaian diri dengan lingkungan, sehingga takut akan bayanganya sendiri atau
pada idenya sendiri. Misalnya takut ditempat baru nanti tidak mempunyai teman,
atau kemungkinan ditempat baru orang-orangnya jahat.
2.
Rasa takut
irasional atau phobi. Rasa takut ini mudah menular sehingga kadang-kadang tanpa
alasan dan hanya karna pandangan dilanjutkan dengan khayalan yang kuat
menimbulkan rasa takut.
3.
Rasa takut yang
lain, seperti gagap dan sebagainya. Misalnya orang itu hanya bisa bernyanyi
atau berbicara didepan umum, tiba-tiba mendapa giliran undian untuk nyanyi
dipanggung, sehingga dia gugup.
c.
Kecemasan moral
Setiap individu
mempunyai bermacam macam emosi, seperti: iri, dendam, dengki, benci, takut,
gelisah, cinta, rasa kurang dan lain-lain. Iri dan sebagainya tidak cukup
sebagai berasalasan, artinya hanya memendang dirinya sendiri (egoism).
2.
Ketidak pastian
Ketidak
pastian berasal dari kata “tidak pasti”, artinya tidak tentu, tidak dapat
ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas.
Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat
ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul
yang jelas.
3.
Keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata “terasing” artinya tersisih, terpisah, terpencil, dari
pergaulan masyarakat baik-baik. Keterasingan artinya keadaan yang membuat
tersisih. Terpencil dari pergaulan masyarakat baik-baik, yang menyebabkan
orang-orang berada dalam keadaan keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak
dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan
yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan
diri dalam masyarakat.
4.
Kesepian
Kesepian
berasal dari kata “sepi” artinay sunyi, tidak ada orang, tidak ada apa-apa,
kesepian artinya kesunyian, merasa sunyi, merasa tidak berteman, merasa tidak
didampingi orang, merasa tidak punya apa-apa. Kesepian membuat manusian
gelisah, karna menyentuh nilai-nilain kemanusiaan, harkat dan martabat manusia.
Kesepian yang dimaksud disini ialah kesepian dalam arti psokologis yang dalam,
yang sangat berpengaruh pada jalan hidup manusia.
C.
Contoh dalam kehidupan
1.
Ibu rini tidak
bisa tenang, makan terasa lilin minum terasa duri, duduk tak tenang, berdiri
juga tak tenang, sebentar-sebentar melihat kejalan kerna anaknya yang
bersekolah di TK yang biasanay itu jemputan umum yang disediakan sekolah, kali
ini tidak terbawa.
BAB X
MANUSIA DAN HARAPAN
A.
Pengantar
Setiap manusia yang normal mempunyai cita-cita dan
harapan dalam hidupnya. Ini berarti bahwa ia ingin hidup dengan segala
kesadaran ingin menbina hidupnya agar selalu meningkat martabatnya. Dalam
istilah teknis psikologis hal ini disebut “merealisasikan diri (self
relazation), artinya manusia berusaha mengembangkan dirin ya, sehingga hidupnya
meningkat dan menjadi lebih baik serta dapat membantu dan memperkaya
linglunganya.
B. Pokok bahasan
1.
Kebutuhan dan
harapan
Selama masih hidup,
setiap orang selalu ada perasaan berharap, baik secara negatif maupun secara
positif dalam arti tidak melanggar norna-norma agama, hukum maupun norma-norma
masyarakat.
Harapan berasal dari
kata harap, yang berarti keinginan sebelum sesuatu itu terjadi. Yang mempunyai
harapan itu hati, jadi putus harapan berarti putus asa.
Contohnya: seseorang
mahasiswa yang selalu memperhatikan dosenya, mengerjakan semua tugas yang
diberikanya, selalu hadir setiap kali kuliah dengan harapan memperoleh nilai
yang baik.
Perbuatan atau tindakan yang
mengandung motif, merupakan tindakan yang mempunyai pengharapan, artinya
bahwa tindakan-tindakan itu ditujukan pada suatu titik sasaran akhir, yaitu
suatu hasil sebagai imbalanya, imbalan dari segala usaha, jerih payah yang
telah dillakukannya.
Unsur- unsur
kepribadian pokok yang khususnya menyangkut tentang:
1.
Kebutuhan
organik diri sendiri
2.
Kebutuhan serta
dorongan psikologis dari diri sendiri
3.
Kebutuhan serta
dorongan organik serta psikologis sesama manusia diluar diri sendiri.
Memgenai kebutuhan individu, dapat dijabarkan
sebagai berikut :
a.
Kebutuhan
organik individu meliputi:
1.
Makan dan minum
2.
Istirahat dan
tidur
3.
sex
4.
Keseimbanagan
suhu
5.
Bernafas
6.
Buang hajat
b.
Kebutuhan
psikologis individu, meliputi:
1.
Bersantai
2.
Kemesraan dan
bercinta
3.
Kepuasan
altruistic
4.
Kepuasan ego
5.
Kehormatan
6.
Kepuasaan dan
kebanggan mencapai tujuan
2.
Percaya diri
Percaya
diri merupakan kemampuan meliputi kemampuan fikiran, dan kemampuan fisik.
Kemampuan fikiran terhubung melalui pendidikan, sedangkan kemanpuan fisik
berkenaan dengan tenaga, baik tenaga sendiri maupun tenaga bantuan orang lain,
dan menggunakan alat-alat bantu (teknologi).
Makin baik tingkat
kemampuan seseorang, makin tinggi pula tingkat kepercayaan diri, sehingga makin
dekat pula kemungkinan bahwa usahanya akan berhasil.
Kemampuan dan sikap percaya diri membuat manusia kreatif,
imajinatif dan penuh inisiatif.
3.
Gairah mengatasi
kesulitan
Harapan
selalu dilatar belakangi oleh masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhan
hidup, kemakmuran, kebaikan, disertai dengan usaha, sebab tidak semua dapat
dicapai dengan mulus, melainkan banyak rintangan dan hambatan yang menghadang
dihadapanya.
Cara meningkatkan kemampuan ini ialah:
1.
Banyak
memperoleh informasi tentang keberhasilan orang-orang tertentu
2.
Banyak
berkomunikasi, bekerjasama dengan orang-orang yang telah berhasil dan mempunyai
banyak pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang luas sehingga dapat
dicontoh dan memberi harapan bagi kita.
3.
Mendengar dan
menghayati nasehat-nasehat yang kontruktif, yang mengandung nilai-nilai moral
keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.S